Aromania didirikan oleh Wendra Friadi, lahir di kota Bukittinggi tanggal 19 Mei 1973 dan dilahirkan oleh keluarga yang pas-pasan. Pengusaha sukses ini mengenyam pendidikan lebih banyak dibidang teknik, pada tingkat sekolah menengah beliau juga jebolan STM (Sekolah Teknik Menengah) Negeri Bukittinggi
Tahun 1992 dengan berbekal ijasah STM kemudian merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib di Ibukota dan akhirnya bekerja di PT. Nippon Denso sampai dengan tahun 1997. Lima tahun sudah bekerja di perusahaan dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studinya ke tingkat terguruan tinggi
Pada tahun 1997 itulah beliau di terima di UNJANI, Cimahi di jurusan Teknik Mesin. Pada masa kuliah sekitar semester IV di tahun 1998, pengusaha yang ulet ini sudah berfikir jauh ke depan untuk menjadi seorang entrepreneur maka dimulailah berbisnis Parfum (Minyak Wangi), yang dibelinya dari salah satu toko di Tanah Abang. Pemasarannyapun masih terbatas di kalangan teman-teman mahasiswa, dan sekitar rumah kostnya. Pemasaran bersifat semacam multi level tidak resmi, yang menjadi coordinator di kalangan kampus diantaranya Sritama, Hendra, Erwin, Purnomo dan dipasarkan ke masing-masing relasi-relasinya
Setahun kemudian, pengusaha sukses yang mempunyai moto “4F" (Fast, Focus, Friendly, and Flexible) muncul ide untuk membuka toko kecil-kecilan, dengan bekal tekad dan keyakinan serta semangat anak muda yang hebat, maka berdirilah sebuah toko mungil dengan modal awal di bawah 10 juta rupiah, bertempat di Jl. Simpang Cimahi, dengan dibantu oleh adiknya yang bernama Harmon sebagai karyawan pertamanya (pada saat ini Harmon sudah memiliki 6 toko dengan merek DIVA Parfume)
Setelah berjalan satu tahun ternyata bisnis ini sangat menjanjikan dan mulailah membuka cabang di Jatinangor, Sumedang yang kemudian disusul di depan Ramayana Cimahi, batas kota Bandung dan berkembang terus dengan pesat
Beberapa bulan setelah pembukaan cabang di Jatinangor dan Ramayana mulailah kakak pertamanya bernama Hendri bergabung dan tidak lama setelah itu dalam jangka beberapa bulan kemudian membuka toko dengan merek VILLA Parfume (Saat ini telah memiliki puluhan anak cabang). Begitu juga dengan adik-adik serta saudara-saudara serta teman-temannya dengan merek toko Uchi Parfume, Piquant perfume, Aura Parfume, Aromatic perfume, Total Parfume, Queen Perfume, Graha Parfume, King Parfume, De’Maisan Parfume, Trend Parfume, Clinique Parfum, Gan-gan Parfume, AromaQu, Millenium Parfume, Ali’s Parfume, On Parfume, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah menjadi mitra Aromania sampai saat ini, dan seluruhnya telah mencapai ratusan toko
Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin pesatnya permintaan pasar, terutama kota-kota besar di Indonesia seorang pengusaha tidak mungkin bisa berjalan sendirian maka dibuatlah manajemen dengan kepemilikan eksklusive untuk 18 orang yang terdiri dari saudara dan rekan-rekan dekatnya. Pada perkembangan selanjutnya Aromania telah menjelma menjadi retail refill parfume cukup terkemuka di Bandung dan Jawa Barat pada umumnya
Bagi mereka yang akan terjun sebagai wirausaha, pandangan pesimis merupakan salah satu krikil tajam yang bila tidak hati-hati menyikapi justru akan melukai dan menghambat langkah. Apa yang terjadi didunia ini tidaklah seberat yang dibayangkan. Selama kita masih bisa berfikir dan bertindak kita akan dapat mengatasi hambatan yang menghadang dengan arif dan tetap bersemangat
Wendra Friadi untuk merebut peluang yang ada dengan mengorbankan waktu dan tenaganya menunjukkan dirinya adalah seseorang dengan kemauan dan komitmen yang kuat. Dengan bekal keyakinan akan peluang yang menantang ia bekerja keras membesarkan Aromania Refill Parfume yang didirikannya. Sikap Wendra yang mampu mempertemukan peluang dengan sikap kerja keras dan komitmen kuat patut dijadikan teladan siapapun yang ingin mengembangkan jiwa kewirausahaan terutama bidang refill parfume ini |